Budidaya Pohon Jati

Posted by ReTRo

Pohon Jati merupakan salah satu tanaman berkualitas yang begitu tinggi nilainya. Sehingga,  banyak dicari karena dibutuhkan. Grobogan dan Blora merupakan daerah yang begitu populer berkaitan dengan pohob jati ini. Yaitu yang terletak di Propinsi Jawa Tengah bagian timur. Karena nilai kayu yang begitu tinggi banyak orang ingin menuai hasil dari tanaman ini. Namun tak jarang orang masih asing cara menanam atau membudidayakannya.
Apabila Anda tertarik, ikuti petunjuk berikut ini  : Sebelum mulai menanam pohon jati, ada beberapa tips / cara yang perlu kita perhatikan.

  1. Pilihlah benih jati yang baik dengan ketentuan berdiameter 1-1,5 cm.
  2. Jemur benih jati tersebut sampai betul-betul kering.
  3. Setelah bibit jati itu kering, rendamlah bibit tersebut dengan campuran air accu dan air tawar dengan perbandingan 1 : 10 ( air accu 1 liter perlu air tawar 10 liter ) selama 3 hari.
  4. Selanjutnya benih jati tersebut diangkat dan ditiriskan atau ditus selama 0,5 sampai 1 hari.
  5. Siapkan media / bedeng tabur ukuran sembarang, dan di sekelilingnya dibuatkan pembatas.
  6. Setelah media / bedeng siap, taburkan benih jati tersebut di atas bedengan.
  7. Setelah benih jati ditabur semua, kemudian benih tersebut kita timbun dengan pasir hitam/pasir bengawan setebal 1,5-2 cm.
  8. kemudian kita tutup bedeng tersebut dengan plastic, kalau tidak ada plastic bias kita tutup dengan dedaunan.
  9. Selama di dalam bedeng, benih tidak boleh kering harus diatur kelembabannya.
  10. Kemudian kita tunggu selama 7 – 14 hari.
  11. Kalau sudah berkecambah harus kita pindahkan ke polibek yang sebelumnya sudah kita siapkan.
  12. Polibek yang kita siapkan berisi tanah, pupuk organic/kandang, dan rambut padi, dengan perbandingan 1 : 3 : 2.

Setelah tumbuh hingga kira-kira 30 CM dapat dipindah ke areal / lahan yang sudah siap untuk mengembangkan produk ini. Dengan banyak menanam jati diharapkan dapat memupuk perbaikan lingkungan hidup. Sehingga di samping mendatangkan hasil yang menggiurkan juga dapat mencegah terjadinya kerusakan lingkungan hidup. (Khael)


Sumber : Majalah Gema Bersemi edisi 04/2010

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment