Bercak Daun Pada Cabai

Posted by ReTRo


Pada dasarnya di Indonesia dibudidayakan dua spesies cabai, yaitu cabai besar dengan buah-buah menggantung (Capsicum annum L) dan cabai kecil/cabai rawit dengan buah-buah tegak (Capsicum frutescens L). Tiap-tiap spesies memiliki banyak varietas. Dalam hal ini paprika merupakan satu jenis dari cabai besar.
Ada berbagai macam penyakit yang menyerang tanaman cabai, salah satunya yaitu penyakit bercak daun. Penyakit ini banyak menyerang pada cabai besar (Capsicum annum L) terutama yang dibudidayakan pada dataran tinggi, lebih-lebih pada paprika. Penyakit ini juga terdapat pada cabai yang dibudidayakan pada dataran rendah, akan tetapi tidak dianggap sebagai penyakit yang berbahaya.
Gejala yang tampak yaitu pada daun terdapat bercak-bercak bulat, kecil, kebasah-basahan. Bercak ini dapat meluas, pusatnya berwarna pucat sampai putih, dengan tepi yang lebih tua warnanya. Selain itu bercak juga sering terdapat pada batang, tangkai daun, maupun tangkai buah. Akan tetapi bercak sangat jarang muncul pada buah.
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cercospora capsici. Jamur ini bisa terbawa oleh biji, dan ada kemungkinan dapat bertahan pada sisa-sisa tanaman sakit selama satu musim. Jamur ini kurang dapat tumbuh dengan baik pada musim kemarau sehingga penyakit ini kurang terdapat pada musim kemarau, selain itu pada lahan yang memiliki drainasi yang baik juga dapat menghambat pertumbuhan jamur ini. Penyakit ini dapat timbul pada tanaman muda di persemain, meskipun cenderung lebih banyak pada tanaman tua. Perkembangan penyakit ini dibantu oleh cuaca yang panas dan basah.
Untuk meminimalisir serangan penyakit ini perlu diperhitungkan waktu (musim tanam) oleh petani, memperbaiki drainasi lahan. Penggunaan benih dan bibit yang sehat juga dapat meminimalisir serangan penyakit bercak daun.
(Semangun, Haryono. 2000. Penyakit-penyakit tanaman hortikultura di Indonesia. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press)

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment